UPT. BIMBINGAN DAN KONSELING
Universitas Muhammadiyah Malang
UPT. BIMBINGAN DAN KONSELING
Universitas Muhammadiyah Malang

LONELINESS? KESEPIAN?

“Lala adalah seorang gadis yang memiliki banyak teman di lingkungannya. Ia selalu bertemu dengan banyak orang, pergi jalan-jalan dnegan teman-teman dan selalu memberi waktu untuk bersama dengan teman temannya. Namun, Lala merasa jika ia membutuhkan teman-temannya untuk suatu hal. Teman-temannya tidak ada didekatnya, dan cenderung mendekati Lala ketika medekati Lala. Sehingga sebenarnya Lala merasa sendiri dan kesepian”.

“Mila adalah gadis sederhana yang hanya memiliki 2 orang sahabat didekatnya. Ia tidak memiliki banyak teman seperti kebanyakan teman-teman yang lainnya. Namun Mila tidak merasa sendiri dan kesepian. Mila merasa 2 sahabatnya sudah cukup. Karena mereka saling mengisi dan selalu bersama di setiap ada kesulitan dalam persahabatan mereka”.

Siapakah yang lebih kesepian? Mana yang lebih baik? Mungkin sebangian besar akan memilih kisah Mila. Namun, coba kita pikirkan ulang. Bukankah lebih baik jika kita mempunyai banyak teman dan tidak merasa kesepian? Jika dilihat dari dua kisah diatas maka dapat kita simpulkan bahwa tidak cukup kita dekat dengan orang lain secara fisik, namun juga secara psikologis pula. Karena bukan jumlah orang yang dekat dengan kitalah yang mempengaruhi kesepian. namun, seberapa kualitas kedekatanlah yang lebih berpengaruh. Mengutip sebuah artikel yang berjudul “Why We Need Each Other” pada psychologytoday.com (2016), dalam artikel tersebut disimpulkan bahwa kita sebagai manusia salaing membutuhkan satu sama lain karena kita memiliki kebutuhan penting untuk bertahan hidup tidak hanya dari sisi fisik namun juga psikologis.

Bertahan secara psikologis berarti bahwa seseorang merasa bahwa dirinya bahagia (happiness) dan sejahtera (well being). Tidak hanya sekedar terlihat kuat di luar yang nyatanya adalah rapuh didalam. Kenyataannya banyak yang seperti itu sehingga banyak orang yang pada akhirnya mengalami depresi, stress, insomnia bahkan adanya keinginan untuk bunuh diri.

Dalam sebuah jurnal yang berjudul “How smartphone usage correlates with social anxiety and loneliness”yang terbit pada tahun 2016, mengungkapkan bahwa perilaku penggunaan Smartphone dapat mendeteksi dini adanya kesepian dan kecemasan sosial. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya interaksi sosial seperti jarangnya menerima dan melakukan panggilan telepon. Selain itu, perilaku menggunakan program kesehatan lewat smartphone yang akan mengontrol kondisi kesehatan penggunannya.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka perilaku yang berhubungan dengan keseprian dan kecemasan sosial tidak hanya terlihat pada interaksi sosial yang nyata, melainkan juga bisa dilihat melalui interaksi dalam smartphonenya.

 

By: Rizki Widyahastuti

 

Referensi :

            Gao Y, Li A, Zhu T, Liu X, Liu X.(2016) How smartphone usage correlates with social anxiety and loneliness. PeerJ 4:2197

Sreenivasan, Shoba & Linda E. Weinberger. (2016). Why We Need Each Other. Diakses tanggal 22 Desember 2016 https://www.psychologytoday.com/blog/emotional-nourishment/201612/why-we-need-each-other

Shared: