UPT. BIMBINGAN DAN KONSELING
Universitas Muhammadiyah Malang
UPT. BIMBINGAN DAN KONSELING
Universitas Muhammadiyah Malang

BELAJAR DARI KERASNYA BATU

 BELAJAR DARI KERASNYA BATU

Ada seorang pemuda yang menuntut ilmu selama bertahun-tahun,tapi belum mendapatkan ilmu sedikit pun dari sang gurunya. Ia selalu tertinggal jauh dari teman-temannya, bahkan sering lupa dengan pelajaran-pelajaran yang telah diajarkan oleh gurunya hingga membuatnya patah semangat.

Akibat frustasi yang dideranya, timbul dalam benaknya untukberhenti belajar dan kembali ke kampung halamannya, “Lebih baik saya membantu pekerjaan orangtua di rumah,” gunamnya. Ia pun berangkat pulamg. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat hingga memaksa dirinya mencari tempat berteduh. Pada saat itu, tak ada tempat berteduh kecuali goa dibawah kaki gunung.

Setelah sekian lama dalam goa untuk berteduh, ia mendengar suara dentuman yang tak kunjung berhenti. Setelah dicari, terbyata suara itu adalah tetesan air. Betapa terkejutnya ia, tetesan air yang menetes sedikit demi sedikit tersebut jatuh diatas sebuah batu yang keras, hingga melubangi. Si anak tersebut bergumam dalamhantinya, “Sungguh, sebuah keajaiban. Bagaimana mungkin batu itu terlubang hanya dengan tetesan-tetesan air yang terur mengenainya?”.

Dari peristiwa itu, sketika ia tersadar bahwa betapapun kerasnya sesuatu, jika diasah tersu menerus, niscaya menjadi lunak. Kemudian di dalam hantinya dia menyimpulkan satu kalimat yang dapat mengubah pikirannya seketika itu. “BATU YANG KERAS SAJA BISA TERLUBANG OLEH TETESAN AIR, APALAGI KEPALA SAYA YANG TIDAK MENYERUPAI KERASNYA BATU. JADI KEPALA SAYA PASTI BISA MENYERAP SEGALA PELAJARAN JIKA DIBARENGI DENGAN KETEKUNAN,KERAJINAN, DAN KESABARAN.”

Sejak saat itu, ia bertekad dalam hati untuk terus berusaha tanpa satu kata menyerah pun yang terlintas dalam pikirannya.keinginannya pulang kampung menjadi surut dan ia memutar haluan untuk kembali lagi ke tempat dia mencari imu. Hingga akhirnya pemuda itu menjadi seorang alim yang memiliki banyak karya, menjadi panutan, dan disegani. Dari peristiwa inilah, beliau terkenal denga julukan “Ibnu Hajar” (Anak Batu)

Kisah ibnu Hajar diatas menginspirasi kita, bahwa dengan ketekunan dan kedisiplinan, seseorang bisa menggapai cita-citanya. Betapapun berbakatnya seseorang, ia tidak akan mencapai potensi maksimalnya jika tidak disiplin. Demikian juga sebaliknya. Sebodoh dan sebebalnya apa pun otak seseorang, pada saatnya akan menjadi lunak karena semangat dan istiqomah usaha yang ia lakukan. Laksana batu yang berlubang oleh tetesan air yang menetes terus-menerus.

Shared: